Pada suatu masa tersebutlah sebuah perusahaan pandai kayu ternama. Perusahaan ini sangat terkenal dengan semua rumah kayu dan perabotan-perabotan ciptaannya yang menakjubkan dan orisinal. Di sanalah seorang Pandai Kayu kita bekerja. Sudah puluhan tahun ia bekerja keras membanting tulang dan menciptakan berbagai macam keajaiban desain rumah kayu dan perabotannya. Hingga tibalah saatnya ia untuk pensiun dan menikmati hidupnya dengan lebih santai. Namun, betapa terkejutnya ia. Permintaan Resignnya ditolak oleh direktur perusahaan itu sendiri. Setelah negosiasi panjang, akhirnya sang direktur menyetujui permohonan resignnya dengan satu syarat! Beliau harus bersedia mengerjakan satu proyek terakhirnya. Marah, kesal, dongkol, dan kecewa merayapi hati si pandai kayu, setelah semua yang dia...